FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Trump Klaim AS Bakal Raup Triliunan Dolar dari Penguasaan Minyak Venezuela Pasca-Penangkapan Maduro

News

Trump Klaim AS Bakal Raup Triliunan Dolar dari Penguasaan Minyak Venezuela Pasca-Penangkapan Maduro

Writer: Ami Fatimatuz Zahro - Jumat, 09 Januari 2026 15:37:48

Trump Klaim AS Bakal Raup Triliunan Dolar dari Penguasaan Minyak Venezuela Pasca-Penangkapan Maduro
Sumber gambar: Pinterest (SheKnows)

FYP Media - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengungkapkan ambisi ekonomi di balik intervensi militer dan politik yang baru saja dilakukan negaranya di Venezuela. Pasca-operasi penangkapan Nicolas Maduro, Trump memproyeksikan bahwa Amerika Serikat akan mendapatkan keuntungan finansial yang sangat masif dari sektor energi negara Amerika Latin tersebut.

Dalam wawancaranya dengan Fox News yang dikutip oleh RIA Novosti, Jumat (9/1/2026), Trump dengan percaya diri menyatakan bahwa Washington akan mengelola aset minyak Venezuela yang nilainya diperkirakan bisa menembus angka triliunan dolar AS.

“Kami mengambil minyak senilai miliaran dan miliaran dolar, dan itu akan menjadi ratusan miliar dolar. Itu akan menjadi triliunan dolar, tetapi kami akan berada di sana sampai kami memperbaiki keadaan negara itu,” kata Trump.

Kesepakatan 50 Juta Barel dan Syarat Produk AS

Klaim fantastis ini didasarkan pada negosiasi cepat yang dilakukan AS dengan otoritas baru di Caracas. Trump menyebutkan bahwa pada Selasa (5/1/2026), otoritas sementara Venezuela telah menyetujui penyerahan pasokan minyak mentah dalam jumlah besar, yakni berkisar antara 30 juta hingga 50 juta barel kepada Amerika Serikat.

Tidak hanya soal penguasaan sumber daya alam, Trump juga menegaskan adanya keterikatan ekonomi dua arah. Sebagai bagian dari "kesepakatan" tersebut, Venezuela diwajibkan untuk hanya membeli produk-produk buatan Amerika Serikat (Made in USA). Trump berdalih bahwa pendapatan dari penjualan minyak ini nantinya akan dikelola untuk kepentingan rakyat kedua negara.

Buntut Operasi Militer 3 Januari

Pernyataan Trump mengenai minyak ini muncul hanya beberapa hari setelah eskalasi dramatis di Caracas. Pada 3 Januari 2026, militer Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Keduanya langsung diterbangkan ke New York untuk menghadapi proses hukum.

Pemerintah AS mendakwa Maduro dan Flores atas tuduhan keterlibatan dalam jaringan "narko-terorisme" serta dianggap menimbulkan ancaman keamanan serius bagi Amerika Serikat.

Transisi Kekuasaan dan Reaksi PBB

Kondisi politik di Venezuela kini berada dalam fase transisi yang tegang. Merespons kekosongan kekuasaan pasca-penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela mengambil langkah cepat dengan mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez. Ia telah resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari lalu.

Di sisi lain, pihak Caracas tidak tinggal diam atas tindakan militer Washington. Mereka telah melayangkan permintaan resmi untuk menggelar pertemuan darurat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna membahas legalitas operasi militer AS dan pelanggaran kedaulatan negara tersebut.


 

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us