FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Tawuran Manggarai Kembali Pecah, Pemprov DKI Perkuat Langkah Preventif

News

Tawuran Manggarai Kembali Pecah, Pemprov DKI Perkuat Langkah Preventif

Writer: Raodatul - Sabtu, 03 Januari 2026 14:26:48

Tawuran Manggarai Kembali Pecah, Pemprov DKI Perkuat Langkah Preventif
Sumber gambar: Tawuran antarwarga kembali terjadi di underpass Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel). Tawuran telah dibubarkan kepolisian. (dok. Polres Jaksel)

FYPMedia.id - Aksi tawuran kembali terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, di awal tahun 2026. Insiden yang melibatkan warga dari dua wilayah rukun tetangga ini menambah daftar panjang konflik horizontal yang kerap muncul di kawasan tersebut. 

Menyikapi kejadian berulang ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk tetap mengedepankan pendekatan preventif dan komprehensif guna meredam potensi konflik sosial.

Dalam dua hari berturut-turut, tawuran antarwarga pecah di sekitar Terowongan dan kolong flyover Manggarai, Jalan Dr. Soepomo. 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kejadian ini menimbulkan keresahan masyarakat dan kembali memantik sorotan terhadap efektivitas penanganan konflik di wilayah rawan tawuran.

Pemprov DKI Tegaskan Fokus Pencegahan

Menanggapi insiden tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menyampaikan bahwa Pemprov DKI tidak bergeser dari strategi utama yang selama ini dijalankan, yakni pencegahan sejak dini.

"Langkah Pemprov saat ini tetap fokus pada pendekatan preventif dan komprehensif," kata Chico, dilansir dari detikcom, Sabtu (3/1/2026).

Menurut Chico, Pemprov DKI terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menekan potensi tawuran, khususnya di wilayah yang telah lama dikenal rawan konflik seperti Manggarai. 

Kolaborasi tersebut melibatkan Polri, TNI, Satpol PP, camat, lurah, RT/RW, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pendekatan yang dilakukan tidak semata bersifat represif, melainkan juga berbasis dialog dan pencegahan dini melalui patroli rutin, komunikasi intensif antarwarga, serta pemetaan wilayah rawan gesekan sosial.

Baca Juga: Diduga Alami Pelecehan dari Dosen, Mahasiswi Unima Gatung Diri

Satgas Jaga Jakarta Jadi Garda Terdepan

Sebagai bagian dari penguatan pengamanan, Pemprov DKI Jakarta mengandalkan peran Satgas Jaga Jakarta yang telah dibentuk dan diresmikan sejak November 2025 oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Chico menjelaskan bahwa satgas ini secara khusus dibentuk untuk menangani berbagai bentuk kerawanan sosial, mulai dari tawuran, konflik antarwarga, hingga tindak kriminalitas.

"Satgas ini melibatkan kolaborasi lintas elemen, termasuk Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga, dengan pendekatan humanis melalui informasi dini, koordinasi cepat, dan tindakan terukur," jelas Chico.

Di kawasan seperti Manggarai, Satgas Jaga Jakarta berfungsi sebagai garda depan dalam melakukan monitoring intensif, deteksi dini, serta respons cepat terhadap potensi konflik. 

Kehadiran satgas ini diharapkan mampu mencegah eskalasi bentrokan sebelum berkembang menjadi kekerasan yang lebih luas.

Dorong Peran Aktif Warga Lewat Aduan Digital

Selain pengamanan fisik, Pemprov DKI juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui program aduan digital #JagaJakarta, yang memungkinkan warga melaporkan potensi konflik, aktivitas mencurigakan, atau gangguan keamanan secara cepat.

Partisipasi masyarakat dinilai krusial, mengingat tawuran kerap dipicu oleh gesekan kecil yang tidak terdeteksi sejak awal. Dengan keterlibatan warga, potensi konflik diharapkan dapat diidentifikasi dan ditangani lebih dini.

Pendekatan Sosial dan Keagamaan untuk Anak Muda

Pemprov DKI menyadari bahwa tawuran tidak bisa dilepaskan dari persoalan sosial, khususnya yang melibatkan anak muda. Karena itu, berbagai program sosial terus diperkuat untuk menyalurkan energi generasi muda ke aktivitas yang lebih produktif.

Program tersebut mencakup penyediaan lapangan kerja, fasilitas olahraga, serta kegiatan kepemudaan dan keagamaan. Salah satu kegiatan yang disebut Chico adalah Manggarai Bersholawat, yang digelar sebagai upaya meredam konflik dan memperkuat kohesi sosial warga.

"Kita ingin energi anak-anak muda ini tersalurkan ke hal-hal yang positif," ujarnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu menekan keterlibatan remaja dan pemuda dalam aksi kekerasan yang kerap dipicu oleh solidaritas kelompok sempit.

Baca Juga: Mengenal Black Campaign: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya

Kronologi Tawuran Dua Hari Beruntun

Insiden tawuran terbaru terjadi pada Jumat sore, 2 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, di Terowongan Manggarai, Jalan Dr. Soepomo, Jakarta Selatan. Aksi ini melibatkan warga dari Gang Tuyul RW 04 dan RW 012.

Kapolsek Tebet, Kompol Iwan Gunawan, menjelaskan bahwa tawuran dipicu oleh suara petasan yang kemudian memancing berkumpulnya sekitar 20 orang dari kedua kelompok.

"Tidak lama kami dapat mendorong mundur kedua belah pihak dan mengimbau warga untuk kembali ke rumahnya masing-masing," ujar Iwan.

Berkat respons cepat aparat kepolisian, tawuran berhasil dihentikan sekitar pukul 16.10 WIB. Warga membubarkan diri dan situasi kembali terkendali.

Sehari sebelumnya, pada Kamis, 1 Januari 2026, tawuran serupa juga terjadi di kolong flyover Manggarai sekitar pukul 18.10 WIB. Kedua kelompok warga terlibat saling lempar batu dan petasan di terowongan dekat Stasiun Manggarai.

"Tidak lama kemudian, warga RW 04 dan RW 012, tiba-tiba kedua kelompok kurang lebih 20 orang saling menyerang, melempar batu, dan petasan di terowongan Manggarai," kata Iwan, dilansir dari detikcom, Sabtu (3/1/2026) .

Respons Cepat Aparat dan Kondisi Terkini

Piket Fungsi Polsek Tebet bersama tim Presisi Polres Metro Jakarta Selatan segera mendatangi lokasi kejadian pada kedua insiden tersebut. Aparat berhasil membubarkan massa dalam waktu singkat tanpa menimbulkan korban.

"Piket Fungsi dan Presisi Polres dapat mendorong mundur kedua belah pihak dan mengimbau warga untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Pukul 18.20 WIB, tawuran dapat dibubarkan, situasi aman dan kondusif," jelas Iwan.

Hingga kini, kepolisian memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa akibat aksi tawuran tersebut. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat.

Baca Juga: Plus Minus Jurusan Politik yang Perlu Diketahui Calon Mahasiswa

Patroli Intensif untuk Cegah Aksi Susulan

Pasca kejadian, Polsek Tebet terus melakukan patroli jalan kaki dari gang ke gang di wilayah RW 04 dan RW 012 Kelurahan Manggarai. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi bentrokan susulan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga.

"Tawuran dapat dibubarkan situasi aman dan kondusif," tegas Kapolsek Tebet.

Aparat juga terus menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk menjaga situasi tetap terkendali.

Tantangan Penanganan Konflik Sosial

Berulangnya tawuran dalam waktu singkat menunjukkan bahwa Manggarai masih menjadi titik rawan konflik yang memerlukan penanganan berkelanjutan. 

Selain pendekatan keamanan, upaya mediasi dan penguatan komunitas dinilai penting untuk mengurai akar masalah yang memicu konflik antarwarga.

Pemprov DKI Jakarta bersama aparat keamanan menegaskan komitmen untuk terus menjaga stabilitas sosial melalui kombinasi pengamanan, pencegahan dini, serta program sosial yang menyasar generasi muda.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us