FYP
Media
Memuat Halaman...
0%
Gen Z Rentan Gagal Ginjal Muda, Dokter Ingatkan Bahaya Self-Reward Makanan Tidak Sehat

News

Gen Z Rentan Gagal Ginjal Muda, Dokter Ingatkan Bahaya Self-Reward Makanan Tidak Sehat

Writer: Raodatul - Selasa, 06 Januari 2026 13:43:15

Gen Z Rentan Gagal Ginjal Muda, Dokter Ingatkan Bahaya Self-Reward Makanan Tidak Sehat
Sumber gambar: Ilustrasi Gagal Ginjal/Freepik

FYPMedia.id - Tren penyakit ginjal di Indonesia menunjukkan pergeseran yang mengkhawatirkan. Jika sebelumnya gagal ginjal identik dengan kelompok lanjut usia, kini kasus serupa mulai banyak ditemukan pada usia yang jauh lebih muda. 

Generasi Z atau Gen Z menjadi salah satu kelompok yang paling disorot karena gaya hidup modern yang tanpa disadari berisiko tinggi merusak fungsi ginjal sejak dini.

Fenomena ini bukan sekadar isu kesehatan biasa, melainkan alarm serius bagi generasi produktif. Gagal ginjal kronis di usia 20-an bukan lagi hal langka, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi ketika kondisi sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, kerusakan ginjal bersifat permanen dan dapat berdampak besar pada kualitas hidup.

Penyakit Ginjal Mengintai Usia Muda

Spesialis penyakit dalam dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH, menegaskan bahwa meningkatnya kasus penyakit ginjal kronis pada generasi muda sangat berkaitan erat dengan pola hidup yang tidak sehat.

“Pola hidup sangat berpengaruh. Misalnya, konsumsi junk food berlebihan dan segala macamnya bisa memicu kondisi ini lebih sering terjadi pada usia yang lebih muda,” ungkap dr Tunggul saat berbincang dengan detikcom.

Menurutnya, ginjal adalah organ yang bekerja terus-menerus menyaring darah dan membuang racun dari tubuh. 

Ketika gaya hidup dipenuhi pola makan instan, minuman tinggi gula, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik, ginjal dipaksa bekerja lebih keras dalam jangka panjang.

Ironisnya, kebiasaan tersebut justru kerap dianggap sebagai bagian dari “self-reward” oleh Gen Z. Minum kopi susu kekinian, boba, atau makanan cepat saji hampir setiap hari dianggap wajar sebagai bentuk penghargaan diri setelah lelah bekerja atau kuliah.

Baca Juga: 3 Penyebab Risiko “Braising” yang Bisa Merusak Ginjal Anda

Self-Reward yang Berujung Petaka

Bagi Gen Z, konsep self-reward memang terasa relevan di tengah tekanan hidup modern. Namun, dr Tunggul mengingatkan bahwa self-reward yang tidak terkontrol justru bisa menjadi investasi kesehatan yang buruk.

Minuman manis tinggi gula, camilan ultra-proses, serta kebiasaan makan larut malam bukan hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga memicu penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi. Dua kondisi ini merupakan penyebab utama gagal ginjal kronis.

Masalahnya, gagal ginjal stadium awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak penderita merasa tubuhnya baik-baik saja, hingga suatu hari fungsi ginjalnya sudah menurun drastis.

“Dalam banyak kasus, gagal ginjal kronis tahap awal tidak menunjukkan gejala tertentu. Akhirnya, saat ginjal sudah rusak, baru sadar ada yang salah dengan tubuh,” ujar dr Tunggul.

Kondisi inilah yang membuat penyakit ginjal dijuluki sebagai silent killer.

Mengapa Gagal Ginjal Sulit Dideteksi Dini?

Ginjal memiliki kemampuan kompensasi yang tinggi. Ketika sebagian fungsi ginjal menurun, bagian lain akan bekerja lebih keras untuk menutupi kekurangan tersebut. Akibatnya, gejala baru muncul saat kerusakan sudah cukup parah.

Pada tahap lanjut, penderita bisa mengalami pembengkakan kaki, mudah lelah, mual, penurunan nafsu makan, hingga harus menjalani terapi cuci darah seumur hidup atau transplantasi ginjal.

Oleh karena itu, pencegahan melalui perubahan gaya hidup menjadi kunci utama, terutama bagi Gen Z yang masih berada di usia produktif.

Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Merusak Ginjal

Berdasarkan berbagai riset dan panduan kesehatan, termasuk dari National Kidney Foundation, ada sejumlah kebiasaan yang terlihat sepele, tetapi berbahaya bagi kesehatan ginjal jika dilakukan terus-menerus.

1. Terlalu Sering Konsumsi Makanan Olahan

Nugget, sosis, mi instan, dan makanan kemasan menjadi penyelamat banyak anak kos dan pekerja muda. Praktis, murah, dan cepat disajikan. 

Namun, riset tahun 2022 menunjukkan bahwa konsumsi processed food secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal hingga 24 persen.

Makanan ultra-proses umumnya mengandung natrium tinggi, pengawet, serta zat aditif yang membebani kerja ginjal. Dalam jangka panjang, ginjal dipaksa menyaring zat-zat tersebut tanpa jeda.

Baca Juga: 10 Makanan dan Buah Penjaga Ginjal Sehat, Bantu Detoks Alami Tubuh

2. Jam Tidur Berantakan dan Hobi Begadang

Begadang demi menyelesaikan pekerjaan, menonton drama, atau bermain gim sudah menjadi gaya hidup banyak Gen Z. Padahal, fungsi ginjal sangat dipengaruhi oleh ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Kurang tidur membuat kerja ginjal menjadi tidak teratur. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, ginjal bisa mengalami kelelahan kronis yang berujung pada penurunan fungsi.

3. Sugar Rush dan Self-Reward Tiap Hari

Minuman manis sering dianggap “jahatnya halus”. Rasanya enak, efeknya cepat bikin senang, tetapi dampaknya serius. Konsumsi gula berlebih dapat memicu obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Diabetes dan hipertensi adalah dua penyebab utama gagal ginjal kronis yang membuat banyak pasien harus menjalani cuci darah. 

Self-reward setiap hari dengan minuman manis bisa menjadi jalan pintas menuju masalah kesehatan jangka panjang.

4. Jarang Minum Air Putih

Kesibukan bekerja, kuliah, atau terlalu lama menatap layar sering membuat seseorang lupa minum air putih. Padahal, ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk membuang racun dari tubuh.

Kurang minum menyebabkan urin menjadi pekat dan meningkatkan risiko batu ginjal. Dalam kondisi kronis, kekurangan cairan dapat mempercepat kerusakan ginjal.

5. Konsumsi Garam Berlebihan

Diet tinggi garam atau natrium dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan musuh utama ginjal. Banyak makanan cepat saji dan camilan mengandung garam dalam jumlah tinggi.

Mengurangi garam dan menggantinya dengan rempah-rempah alami dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil sekaligus melindungi fungsi ginjal.

Baca Juga: 3 Fakta Penting: Minum Air Putih Bisa Bantu Keluarkan Batu Ginjal Secara Alami

Perubahan Gaya Hidup Jadi Kunci Pencegahan

Dr Tunggul menekankan bahwa pencegahan gagal ginjal tidak membutuhkan langkah ekstrem. Perubahan kecil namun konsisten dalam gaya hidup sudah cukup memberi dampak besar.

Mulai dari mengurangi konsumsi makanan olahan, membatasi minuman manis, tidur cukup, hingga rutin minum air putih. 

Pemeriksaan kesehatan berkala juga penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi.

Bagi Gen Z, menjaga kesehatan ginjal berarti menjaga masa depan. Gagal ginjal di usia muda bukan hanya berdampak pada fisik, tetapi juga mental, finansial, dan produktivitas.

Alarm Keras bagi Generasi Produktif

Meningkatnya kasus gagal ginjal pada usia muda harus menjadi peringatan keras bahwa gaya hidup modern tidak selalu sejalan dengan kesehatan. Self-reward memang penting, tetapi harus dilakukan secara bijak.

Kesenangan sesaat tidak sebanding dengan risiko kehilangan fungsi ginjal di usia produktif. Dengan literasi kesehatan yang lebih baik dan kesadaran sejak dini, Gen Z memiliki peluang besar untuk memutus tren gagal ginjal usia muda.

Pada akhirnya, pilihan ada di tangan masing-masing individu: terus menikmati gaya hidup instan tanpa batas, atau mulai berinvestasi pada kesehatan jangka panjang demi masa depan yang lebih berkualitas.

Mau Diskusi Project Baru?

Contact Us